Rabu, 10 April 2013

Fakta Keajaiban Dalam Tubuh Manusia


1.     Manusia kehilangan 45-60 helai rambut setiap hari, tetapi kerana manusia memiliki 125.000 helai rambut baru setiap hari kita sebagai manusia tidak menyadari hal tersebut.

2.     Otak manusia mempunyai 10 milyar sel saraf, yang mempunyai kemampuan merekam lebih dari 86 juta bite  (lebih kurang 11juta huruf) / perhari atau jika dikalkulasikan memori manusia selama hidupnya mencapai 100 triliun bite  (sekitar 12,5 triliun huruf) Amazing

3.     Sel darah merah di dalam manusia yang mempunyai masa hidup sekitar 4 bulan menempuh perjalanan sekitar 1.600 km di dalam tubuh kita selama masa hidupnya

4.     Rangkaian saraf otak manusia yang kini baru sebahagian dipetakan oleh ahli saraf, mempunyai daya kompleks 1400 kali lebih kompleks jika dibandingkan dengan rangkaian telepon saat ini


5.     Setiap inci persegi tubuh manusia dihuni rata-rata 32 juta bakteria sehingga bakteria yang ada di seluruh tubuh manusia mencapai 100 milyar bakteria atau 20 kali  berbanding dengan jumlah populasi manusia saat ini.


6.     Jantung setiap hari menghabiskan tenaga yang besarnya cukup untuk mengangkat beban seberat hampir 1 ton ke ketinggian 13 meter. Maka sebagai contoh, jantung manusia yang telah berumur 50 tahun telah melakukan kerja yang sama dengan mengangkat beban 18.000 ton ke ketinggian 230 km atau boleh dikatakan berat itu sendiri beberapa kali lebih berat berbanding muatan terberat yang pernah ditempatkan di orbit bumi, Subhanallah


7.     Pada saat anda berbaring tubuh anda menuntut agar anda menghirup udara sekitar 8 quart (1 quart = 0,9463 Liter) tiap menit. Jika anda bangun dari tidur (sit-up) = 16 quart, berjalan 24 quart, berlari 50 quart. Bayangkan berapa liter banyaknya oksigen yang telah kita hirup setiap hari, bagaimana jika seluruh penduduk dunia? Bagaimana jika dijual? Subhanallah


8.     Pada saat ini juga di otak anda setiap detiknya, kira-kira 100,000 reaksi kimia yang berlainan.


9.     Impuls saraf dari saraf ke saraf di dalam otak berkecepatan sampai 400km/jam


10.  Jika manusia melakukan aktivititas hubungan badan, setiap pasangan jika ditukar ke dalam tenaga elektrik dapat membangkitkan tenaga tidak kurang dari 3.000 watt yang cukup untuk menyalakan televisi, kulkas, Air Conditioner dan elektronik yang lain.


- sumber dari Buku Pintar karangan H.M. Iwan GayoSort

Jangan Jadi Orang Lemah Seperti Buih, Yang Ikuti manapun Gelombang Datang


Akidah yang kuat akan membantu seseorang untuk memiliki semangat yang produktif, etos kerja yang tinggi, tabah dalam menghadapi cobaan berat, dan tegar dalam menatap berbagai bahaya  mengancam. Bahkan akidah yang kuat merupakansebuah kemudi yang mampu membangkitkan keberanian seseorang untuk mati syahid sekalipun dia tidak sempat bertemu dengan kekasih yang ia rindukan.
Demikianlah karakteristik keimanan apabila telah merasuk dan tertanam kuat dalam jiwa seseorang. Keimanan akan memberikan kekuatan luar biasa kepada pemiliknya dalam semua tingkah laku. Kalau dia berbicara, maka dia akan yakin dengan apa yang dia ucapkan. Apabila dia berkarya, maka dia mantap dengan apa yang ia perbuat. Kalau dia melangkah, maka akan mengayunkan kakinya kea rah yang jelas. Dia akan selalu merasa tenang karena kejernihan pikiran yang memenuhi  akal pikirannya dan rasa kasih sayang yang lebih mendominasi ruang hatinya. Dia akan sangat jarang merasa ragu ragu dan bimbang. Dia juga tidak akan mudah dihempas badai kencang sekalipun.
Allah SWT berfirman :
“Katakanlah, “ Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya akau akan bekrja pula, maka kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azhab yang kekal.” (QS Az Zumar 39-40)
Demikianlah ruh yang selalu menatap ke depan dalam menjalankan aktifitasnya. Kepercayaan diri itulah yang mampu melihat bahwa sesuatu yang akan dilakukan merupakan sesuatu yang benar. Sikap seperti inilah yang membuatnya menjelma sebagai seseorang yang kokoh. Dia akan menjalin hubungan dengan sesame melalui mata hatinya. Ketika dia melihat masyarakat melakukan sebuah kebenaran, maka dia akan bergegas untuk menolong mereka. Namun ketika dia melihat mereka melakukan sebuah kesalahan, maka dia segera menarik dirinya untuk tidak ikut terlibat dalam kesalahan yang mereka perbuat.
Rasulullah SAW mengatakan,” Janganlah salah seorang dari kalian menjadi pembeo! Dia akan berkata,”aku akan selalu bersama dengan orang orang, jika mereka berbuat baik, maka akupun akan berbuat baik. Namun jika mereka berbuat jelek, maka aku pun akan berbuat jelek. Akan tetapi teguhkanlah pendirian kalian! Jika orang orang berbuat baik, maka hendaklah kalian berbuat baik. Sedangkan kalau mereka berbuat buruk, maka hendaklah kalian menghindari perbuatan buruk mereka.” HR At Tirmidzi
Orang yang lemah adalah orang yang diperbudak oleh tradisi yang berlaku di daerahnya. Dia mendasarkan perbuatannya pada parameter tradisi, bukan pada aturan syariat Islam. Bayangkan saja kalau tradisi tersebut merupakan tradisi yang salah, maka dia akan merasakan kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat.
Sebenarnya banyak sekali orang orang yang mempratekkan tindakkan yang tidak sesuai dengan syariat ketika mereka bahagia atau sengsara. Mereka lebih berpegang kuat pada tradisi yang keliru daripada berpedoman pada ajaran agama.
Berbeda dengan seorang mukmin yang benar, dia tidak akan pernah berpegang pada aturan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Allah. Mungkin dengan menentang tradisi yang berkembang di masyarakat , dia akan menjumpai berbagai macam rintangan berat. Namun seorang muslim tidak seharusnya takut akan cemoohan orang penghina. Hendaklah ia tetap melaksanakan tekadnya tanpa peduli pada pedasnya kritikan dan cacian mulut yang tidak bertanggung jawab.

– Syeikh Muhammad Al Ghazali-
Akidah yang kuat akan membantu seseorang untuk memiliki semangat yang produktif, etos kerja yang tinggi, tabah dalam menghadapi cobaan berat, dan tegar dalam menatap berbagai bahaya  mengancam. Bahkan akidah yang kuat merupakansebuah kemudi yang mampu membangkitkan keberanian seseorang untuk mati syahid sekalipun dia tidak sempat bertemu dengan kekasih yang ia rindukan.
Demikianlah karakteristik keimanan apabila telah merasuk dan tertanam kuat dalam jiwa seseorang. Keimanan akan memberikan kekuatan luar biasa kepada pemiliknya dalam semua tingkah laku. Kalau dia berbicara, maka dia akan yakin dengan apa yang dia ucapkan. Apabila dia berkarya, maka dia mantap dengan apa yang ia perbuat. Kalau dia melangkah, maka akan mengayunkan kakinya kea rah yang jelas. Dia akan selalu merasa tenang karena kejernihan pikiran yang memenuhi  akal pikirannya dan rasa kasih sayang yang lebih mendominasi ruang hatinya. Dia akan sangat jarang merasa ragu ragu dan bimbang. Dia juga tidak akan mudah dihempas badai kencang sekalipun.
Allah SWT berfirman :
“Katakanlah, “ Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya akau akan bekrja pula, maka kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azhab yang kekal.” (QS Az Zumar 39-40)
Demikianlah ruh yang selalu menatap ke depan dalam menjalankan aktifitasnya. Kepercayaan diri itulah yang mampu melihat bahwa sesuatu yang akan dilakukan merupakan sesuatu yang benar. Sikap seperti inilah yang membuatnya menjelma sebagai seseorang yang kokoh. Dia akan menjalin hubungan dengan sesame melalui mata hatinya. Ketika dia melihat masyarakat melakukan sebuah kebenaran, maka dia akan bergegas untuk menolong mereka. Namun ketika dia melihat mereka melakukan sebuah kesalahan, maka dia segera menarik dirinya untuk tidak ikut terlibat dalam kesalahan yang mereka perbuat.
Rasulullah SAW mengatakan,” Janganlah salah seorang dari kalian menjadi pembeo! Dia akan berkata,”aku akan selalu bersama dengan orang orang, jika mereka berbuat baik, maka akupun akan berbuat baik. Namun jika mereka berbuat jelek, maka aku pun akan berbuat jelek. Akan tetapi teguhkanlah pendirian kalian! Jika orang orang berbuat baik, maka hendaklah kalian berbuat baik. Sedangkan kalau mereka berbuat buruk, maka hendaklah kalian menghindari perbuatan buruk mereka.” HR At Tirmidzi
Orang yang lemah adalah orang yang diperbudak oleh tradisi yang berlaku di daerahnya. Dia mendasarkan perbuatannya pada parameter tradisi, bukan pada aturan syariat Islam. Bayangkan saja kalau tradisi tersebut merupakan tradisi yang salah, maka dia akan merasakan kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat.
Sebenarnya banyak sekali orang orang yang mempratekkan tindakkan yang tidak sesuai dengan syariat ketika mereka bahagia atau sengsara. Mereka lebih berpegang kuat pada tradisi yang keliru daripada berpedoman pada ajaran agama.
Berbeda dengan seorang mukmin yang benar, dia tidak akan pernah berpegang pada aturan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Allah. Mungkin dengan menentang tradisi yang berkembang di masyarakat , dia akan menjumpai berbagai macam rintangan berat. Namun seorang muslim tidak seharusnya takut akan cemoohan orang penghina. Hendaklah ia tetap melaksanakan tekadnya tanpa peduli pada pedasnya kritikan dan cacian mulut yang tidak bertanggung jawab.

– Syeikh Muhammad Al Ghazali-

Senin, 10 September 2012

KISAH SEORANG PEMUDA DAN BIDADARI BERMATA JELI


Abdul Wahid bin Zaid berkata, "Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.' (At-Taubah: 111). Aku menyambut, "Ya, kekasihku."
Laki-laki itu berkata, "Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga."
Aku menjawab, "Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini."
Laki-laki itu berkata, "Wahai Abdul Wahid, aku telah berjual beli kepada Allah dengan harapan mendapat Surga, mana mungkin jual beli yang aku persaksikan kepadamu itu akan melemah." Dia berkata, "Nampaknya aku memprihatinkan kemampuan kami semua, …kalau orang kesayanganku saja mampu berbuat, apakah kami tidak?" Kemudian lelaki itu menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah kecuali seekor kuda, senjata dan sekedar bekal untuk perang. Ketika kami telah berada di medan perang dialah laki-laki pertama kali yang tiba di tempat tersebut. Dia berkata, "Assalamu 'alaika wahai Abdul Wahid," Aku menjawab, "Wa'alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh, alangkah beruntungnya perniagaan ini."
Kemudian kami berangkat menuju medan perang, lelaki tersebut senantiasa berpuasa di siang hari dan qiyamullail pada malam harinya melayani kami dan menggembalakan hewan ternak kami serta menjaga kami ketika kami tidur, sampai kami tiba di wilayah Romawi.
Ketika kami sedang duduk-duduk pada suatu hari, tiba-tiba dia datang sambil berkata, "Betapa rindunya aku kepada bidadari bermata jeli." Kawan-kawanku berkata, "Sepertinya laki-laki itu sudah mulai linglung." Dia mendekati kami lalu berkata, "Wahai Abdul Wahid, aku sudah tidak sabar lagi, aku sangat rindu pada bidadari bermata jeli." Aku bertanya, "Wahai saudaraku, siapa yang kamu maksud dengan bidadari bermata jeli itu." Laki-laki itu menjawab, "Ketika itu aku sedang tidur, tiba-tiba aku bermimpi ada seseorang datang menemuiku, dia berkata, ‘Pergilah kamu menemui bidadari bermata jeli.' Seseorang dalam mimpiku itu mendorongku untuk menuju sebuah taman di pinggir sebuah sungai yang berair jernih. Di taman itu ada beberapa pelayan cantik memakai perhiasan sangat indah sampai-sampai aku tidak mampu mengungkapkan keindahannya.
Ketika para pelayan cantik itu melihatku, mereka memberi kabar gembira sambil berkata, ‘Demi Allah, suami bidadari ber-mata jeli itu telah tiba.' Kemudian aku berkata, ‘Assalamu ‘alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?' Pelayan cantik itu menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan terus!'
Aku pun meneruskan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di sebuah sungai yang mengalir air susu, tidak berubah warna dan rasanya, berada di sebuah taman dengan berbagai perhiasan. Di dalamnya juga terdapat pelayan bidadari cantik dengan mengenakan berbagai perhiasan. Begitu aku melihat mereka aku terpesona. Ketika mereka melihatku mereka memberi kabar gembira dan berkata kepadaku, ‘Demi Allah telah datang suami bidadari bermata jeli.' Aku bertanya, ‘Assalamualaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?' Mereka menjawab, Waalaikassalam wahaiwaliyullah, kami ini sekedar budak dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan terus.'
Aku pun meneruskan maju, ternyata aku berada di sebuah sungai khamr berada di pinggir lembah, di sana terdapat bidadari-bidadari sangat cantik yang membuat aku lupa dengan kecantikan bidadari-bidadari yang telah aku lewati sebelumnya. Aku berkata, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?' Mereka menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pembantu dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan maju ke depan.'
Aku berjalan maju, aku tiba di sebuah sungai yang mengalirkan madu asli di sebuah taman dengan bidadari-bidadari sangat cantik berkilauan wajahnya dan sangat jelita, membuat aku lupa dengan kecantikan para bidadari sebelumnya. Aku bertanya, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?' Mereka menjawab, ‘Wahai waliyurrahman, kami ini pembantu dan pelayan bidadari jelita, silahkan maju lagi.'
Aku berjalan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di se-buah tenda terbuat dari mutiara yang dilubangi, di depan tenda terdapat seorang bidadari cantik dengan memakai pakaian dan perhiasan yang aku sendiri tidak mampu mengungkapka keindahannya. Begitu bidadari itu melihatku dia memberi kabar gembira kepadaku dan memanggil dari arah tenda, ‘Wahai bidadari bermata jeli, suamimu datang!'
Kemudian aku mendekati kemah tersebut lalu masuk. Aku mendapati bidadari itu duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas, bertahta intan dan berlian. Begitu aku melihatnya aku terpesona sementara itu dia menyambutku dengan berkata, ‘Selamat datang waliyurrahman, telah hampir tiba waktu kita bertemu.' Aku pun maju untuk memeluknya, tiba-tiba ia berkata, ‘Sebentar, belum saatnya engkau memelukku karena dalam tubuhmu masih ada ruh kehidupan. Tenanglah, engkau akan berbuka puasa bersamaku di kediamanku, insya Allah. ‘
Seketika itu aku bangun dari tidurku wahai Abdul Wahid. Kini aku sudah tidak bersabar lagi, ingin bertemu dengan bida-dari bermata jeli itu."
Abdul Wahid menuturkan, "Belum lagi pembicaraan kami (cerita tentang mimpi) selesai, kami mendengar pasukan musuh telah mulai menyerang kami, maka kami pun bergegas meng-angkat senjata begitu juga lelaki itu.
Setelah peperangan berakhir, kami menghitung jumlah para korban, kami menemukan 9 orang musuh tewas dibunuh oleh lelaki itu, dan ia adalah orang ke sepuluh yang terbunuh. Ketika aku melintas di dekat jenazahnya aku lihat, tubuhnya berlu-muran darah sementara bibirnya tersenyum yang mengantarkan pada akhir hidupnya."
Sumber: 99 Kisah Orang Shalih, Penerbit Darul Haq

HIKMAH DIHARAMKAN DAGING ANJING


Setiap yang Allah perintahkan atau larang pasti terdapat hikmah atasnya. Jika Allah mengharamkan sesuatu pasti terdapat keburukan di dalamnya, jika Allah menghalalkan sesuatu pasti ada kebaikan di dalamnya untuk kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Kali ini, kita akan membahas mengapa daging anjing diharamkan? adakah sebab ilmiah yang dapat kita ketahui? Berikut penjelasannya.
Prof. Thabârah dalam kitab Rûh ad-Dîn al-Islâmi menyatakan, "Di antara hukum Islam bagi perlindungan badan adalah penetapan najisnya anjing. Ini adalah mu'jizat ilmiyah yang dimiliki Islam yang mendahului kedokteran modern. Kedokteran modern menetapkan bahwa anjing menyebarkan banyak penyakit kepada manusia, karena anjing mengandung cacing pita yang menularkannya kepada manusia dan menjadi sebab manusia terjangkit penyakit yang berbahaya, bisa sampai mematikan. Sudah ditetapkan bahwa seluruh anjing tidak lepas dari cacing pita sehingga wajib menjauhkannya dari semua yang berhubungan dengan makanan dan minuman manusia. [Taudhîhul-Ahkam, Syaikh Ali Bassâm, 1/137].
Benarlah sabda Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِ كُم فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ
Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka tumpahkanlah, lalu cucilah 7 kali. [HR al-Bukhâri no 418, Muslim no. 422.]
Dalam riwayat lain:
طَهُروْرُ إِنَاَءِ أَحَدِكُمْ إذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ اُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Sucinya bejana kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah" [HR Muslim no. 420 dan Ahmad 2/427]
مَنِ اقْتَنَى كَمبًا إِلاَّ كَلْبَ مَا شِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمِ قِيْرَاطُ
Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qirâth (satu qirâth adalah sebesar gunung Uhud)." [HR. Muslim no. 2941].
Juga sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :
أَيُّمَا أَهلِ دَارٍ اتَّخَذُواكَلْبُا إِلاَّ كَلْب مَا شِيَةٍ أَوْ كَلبَ صَا ئِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيْرَاطَانِ
Penghuni rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qirâth.[HR. Muslim no. 2945].
Demikian juga Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيْرَاطُ إِلاَّ كَلْبَ حَرْثٍ اَوْ مَا شِيَةٍ
Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan shalehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qirâth, selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak. [HR Muslim no. 2949].
Dari Abu Mas'ûd Radhiyallahu 'anhu beliau berkata:
أَنَّ رَسُو لَاللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَم نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلوَانِ الْكَا هِنِ
Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing, mahar (hasil) pelacur, dan upah dukun. [Diriwayatkan oleh Imam, Ahmad 4/118-119, 120, al-Bukhâri 7/28 dan Muslim no. 1567.]
Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang berbunyi, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
كُلُّ ذِينَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامُ
Semua yang memiliki gigi taring dari hewan buas maka memakannya haram. [HR Muslim 1933]
Meskipun demikian, bukan berarti apa yang Allah ciptakan adalah sia-sia atau tidak ada manfaatnya. Karena Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang haq (benar), dan Allah hendak menguji dari hamba-hambaNya siapa yang terbaik perbuatannya, dan Allah menguji siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang masih ragu-ragu.
Lalu apa manfaat anjing? binatang yang satu ini dapat dimanfaatkan untuk menjaga hewan ternak atau juga bisa dijadikan hewan pemburu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
"Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud)." [HR. Muslim]. 'Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, "Atau anjing untuk menjaga tanaman."
Jadi anjing dapat dimanfaatkan untuk menjaga binatang ternak dan khusus untuk berburu setelah dilatih terlebih dahulu. "Jika kamu melepas anjingmu, maka sebutlah asma' Allah atasnya (Bissmillah), maka jika anjing itu menangkap untuk kamu dan kamu dapati dia masih hidup, maka sembelihlah." [HR. Bukhari dan Muslim]            (arrahmah.com)